Panel surya atau solar cell adalah sebuah kumpulan sel surya yang berfungsi untuk mengubah energi cahaya panas matahari menjadi energi listrik, saat panel surya menghasilkan listrik karena menangkap panas matahari tidak disarankan untuk digunakan secara langsung karena arus dan voltase yang dihasilkan tidak stabil yang dikarenakan belum ada kontroler sebagai penstabil.
 
Agar listrik panel surya dapat digunakan maka energi listrik DC yang dihasilkan harus disimpan ke dalam baterai karena output baterai.
 
Proses penyimpanan energi listrik panel surya ke dalam baterai ( charging ) membutuhkan sebuah kontroler / solar charge controller yang berfungsi sebagai penstabil yang pengatur arus panel surya agar baterai tidak mengalami kelebihan arus dan tegangan.
 
Selain untuk pengatur pengisian energi listrik ke dalam baterai kontroler juga dapat difungsikan sebagai pengatur output pemakaian yang dapat dibuat mode saklar manual atau mode saklar otomatis seperti pada PJUTS / lampu penerangan jalan umum yang dapat hidup dan mati sendiri.
 

Inverter mengubah listrik DC menjadi listrik AC 220V ?

Sebagian besar peralatan elektonik seperti tv, lemari es, penanak nasi, dispenser bahkan lampu penerangan menggunakan sumber listrik 220V, sedangkan panel surya menghasilkan arus DC, lalu bagaimana bisa listrik DC menghidupkan peralatan elektronik yang memerlukan listrik AC 220V ?
 
Maka dari itu untuk menghidpukan peralatan AC 220V maka perlu menambahkan inverter pada sistem panel surya, inverter ini berfungsi untuk mengubah listrik DC menjadi listrik AC 220V.
 

Beberapa Sistem Panel Surya Yang Biasa Digunakan.

1. Panel Surya Sistem Off Grid

Sistem off grid adalah sebuah sistem panel surya yang mandiri tanpa terkoneksi pembangkit listrik lain, seperti paket SHS dan lampu penerangan jalan umum. Energi listrik yang dihasilkan hanya dari energi panas matahari yang diubah menjadi listrik oleh panel surya. Sistem off grid banyak digunakan di daerah yang belum terjangkau listrik PLN.
 
 

2. Panel Surya Sistem On Grid

Panel surya sistem on grid adalah sistem panel surya yang tidak menggunakan baterai, energi listrik yang dihasilkan panel surya dapat dikonsumsi langsung melalui tahap konversi inverter on grid / grid tie inverter. Sistem ini bekerja secara paralel dengan sumber listrik PLN, pada siang hari pemakain listrik rumah akan diperioritaskan dari sumber listrik panel surya. Pada saat konsumsi listrik rumah lebih besar daripada listrik yang dihasilkan panel surya maka kekurangannya akan disuplay dari listrik PLN, namun sebaliknya jika konsumsi listrik rumah lebih sedikit daripada listrik yang dihasilkan panel surya maka kelebihan listrik akan di eksport ke PLN.
Kekurangan sistem on grid ini tidak dapat membackup jika sumber listrik PLN padam karena tidak adanya baterai.
Panel surya dengan sistem on grid lebih cocok untuk yang banyak aktivitas menggunakan listrik di siang hari.
 
 

3. Panel Surya Sistem Hybrid

Sistem panel surya hybrid merupakan penggabungan dari sistem off grid dan beberapa sumber listrik seperti PLN. Berbeda dengan sistem on grid, sistem hybrid ini dapat bergantian memasok beban meskipun panel surya ( sebagai sumber utama ) tidak produksi dikarenakan mendung atau pada malam hari sekalipun.
Pada saat sumber utama ( panel surya ) sudah tidak produksi pada malam hari maka kita dapat tentukan apakah baterai dahulu yang digunakan kemudian PLN, atau sebaliknya PLN terlebih dahulu dan baterai sebagai cadangan terakhir jika PLN padam pada malam hari.